Tim Nasional Suriah



Team sepak bola nasional Suriah (bahasa Arab: منتخب سوريا لكرة القدم) sebagai wakil Suriah dalam sepakbola perkumpulan serta dikontrol oleh Asosiasi Arab Suriah untuk Sepak Bola, tubuh pengontrol sepak bola di Suriah. Suriah belum pernah maju ke putaran final Piala Dunia tapi capai set kwalifikasi ke-4 pada 2018.

Suriah berperan serta dalam kwalifikasi Piala Dunia 1950 serta 1958, salah satunya team pertama di teritori itu yang melakukan. Di antara tahun 1958 serta 1961, team itu masuk dengan Mesir untuk membuat team sepak bola nasional Republik Arab Persatuan, walau catatan team cuma dihubungkan dengan Mesir oleh FIFA. Dalam kwalifikasi Piala Dunia 1966 mereka salah satu dari dua team dari zone Asia (yang lain ialah Israel) yang akan didistribusikan ke zone kwalifikasi Eropa serta sebelumnya diletakkan bersama-sama Spanyol serta Republik Irlandia. Tetapi, mereka masuk dengan memboikot Asia serta Afrika pada kwalifikasi 1966, sebab ketetapan FIFA untuk membagikan cuma satu tempat di antara Asia serta Afrika.

Suriah belum pernah maju ke Piala Dunia. Yang paling jauh yang mereka lalui dalam kwalifikasi ialah pada kwalifikasi 1986 saat mereka capai set kwalifikasi paling akhir cuma kalah dari Irak. Mereka didiskualifikasi dari Piala Dunia 2014 sebab pemakaian pemain yang tidak penuhi ketentuan. [5]

Pada Desember 2012, Suriah menaklukkan Irak di final Piala Asia Barat untuk kumpulkan piala penting pertama kalinya. Suriah, bagaimana juga, sudah bersaing di enam Piala Asia, yang paling akhir ialah 2019, tapi pada tiap peluang tersisih di set penyisihan group.

Semenjak perang saudara pecah di negara itu, Suriah sudah dilarang bermain di kandang sendiri di negara mereka sendiri serta sebenarnya sehari lagi akan diusir dari Piala Dunia 2018 cuma buat Malaysia untuk masuk di menit paling akhir serta tawarkan menjadi tuan-rumah semua laga kandang Suriah. Suriah mempunyai perkembangan besar dalam soal kekayaan sebab mereka sukses capai kwalifikasi Piala Dunia FIFA 2018 - AFC Putaran Ke-4 tapi tersisih oleh Australia.

Sesudah finish di tempat kedua di Group E di set kwalifikasi kedua untuk Piala Dunia 2018, di belakang Jepang, tapi di muka Singapura, Afghanistan, serta Kamboja, Suriah ialah antara kedua paling baik serta memperoleh hak untuk berkompetisi set ketiga, kecuali maju ke Piala Asia selanjutnya. Ini ditransfer ke group A, dengan Iran, Korea Selatan, Uzbekistan, Cina serta Qatar.

Pada tanggal 5 September 2017, Suriah penuhi ketentuan untuk kali pertamanya dalam sejarahnya untuk play-off Piala Dunia dengan finish ke-3 di groupnya dengan 13 point, terikat untuk point dengan Uzbekistan, tapi itu di muka rangking karena beda gol yang lebih bagus, sesudah hasil imbangnya didapat pada pemberhentian laga di halaman Iran (2-2) di laga terakhir3. Sampai sekarang ini, ini ialah performa terbaik semasa babak kwalifikasi Piala Dunia. Potensial kwalifikasi bersejarah untuk babak final Piala Dunia sudah membuahkan pemberhentian sesaat untuk perselisihan yang sudah merusak negara itu semasa enam tahun, dan penempatan monitor raksasa oleh faksi berkuasa di beberapa tempat umum penting beberapa kota besar untuk ikuti laga tentukan menantang Iran4; sesaat adegan keceriaan dilihat baik di beberapa daerah yang digenggam oleh simpatisan pemerintahan Suriah serta yang dikontrol oleh pemberontak yang bermusuhan dengan kekuasaan yang berkuasa saat Suriah menyamai diakhir pertandingan5,6,7. Ia akan mendapatkan Australia, yang ketiga di group B, pada bulan Oktober dalam beberapa pertandingan putaran untuk set play-off pertama, sebelum hadapi yang ke-4 di ruang Concacaf untuk play-off paling akhir bila ia menang.

Pada 5 Oktober 2017 di Malaka, Suriah sukses memenangi undian (1-1) menantang Australia karena penalti yang dirubah di menit ke-85 oleh penyerang favorite mereka Omar Al Somah, yang sudah menyamai posisi dalam pemberhentian permainan permainan di laga group paling akhir menantang Iran, menyikapi score pembukaan diakhir set pertama oleh Robbie Kruse8. Dalam laga kembali lagi yang dimainkan lima hari selanjutnya di Sydney, Suriah buka score pada menit ke-6 permainan, satu kali lagi terima kasih pada Al Somah, tapi Team Cahill mengikat ke-2 team tujuh menit sesudah pembukaan score Suriah. Ke-2 team terus menetralkan serta Australia lembur ambil keuntungan pada menit 109 karena gol baru dari Cahill, merusak keinginan paling akhir Suriah untuk berperan serta dalam Piala Dunia. Dikurangi jadi 10 pada awal waktu perpanjangan, Suriah masih coba peruntungannya, hampir tidak menyamai posisi serta maju ke set play-off antarbenua semasa waktu perpanjangan di set kedua waktu perpanjangan dengan sepakan bebas dari Al Somah yang perlu yang mendapatkan pos9. Suriah keluar dengan kepalanya terangkat tinggi, sesudah menggenggam dragee tinggi pada perjalanan keluar untuk pada kembali pada juara Piala Asia paling akhir, serta sudah lakukan pelatihan heroik, tanpa ada mainkan laga sedikit juga di dalam rumah sesaat negara itu masih dirusak oleh perang.

Popular posts from this blog

Tim Nasional Korea Utara

Tim Nasional Uzbekistan

Tim Nasional Yaman