Tim Nasional Korea Utara



Team sepak bola nasional Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea: 조선 민주주의 인민 공화국 축구 국가 대표팀, disadari untuk DPR Korea oleh FIFA) [6] atau cuma diketahui untuk team sepak bola nasional Korea Utara sebagai wakil Korea Utara dalam sepak bola internasional pria serta ditata oleh Perkumpulan Sepak Bola Korea, tubuh yang mengendalikan sepak bola di Korea Utara. Team ini sebagai wakil Konfederasi Sepak Bola FIFA serta Asia (AFC).
Korea Utara kaget dengan performa bagus di kiprah Piala Dunia mereka, capai perempat final di tahun 1966, menaklukkan Italia di set penyisihan group, jadi team Asia pertama dalam riwayat yang sukses melalui set penyisihan group. Semasa Kwalifikasi Piala Dunia 2006, pro-kontra ada saat simpatisan team keonaran, mengganggu jalan keluar aman musuh dari stadion, sebab ketidakberhasilan Korea Utara untuk berhasil lolos. Di tahun 2009, team maju ke Piala Dunia FIFA 2010, performa Piala Dunia ke-2 dalam riwayat mereka. Korea Utara 5 kali maju ke Piala Asia AFC; di tahun 1980, saat mereka usai di posisi ke-4, di tahun 1992, 2011, di tahun 2015, serta di tahun 2019. Team sekarang ini terbagi dalam masyarakat asli Korea Utara serta Korea yang berafiliasi dengan Chongryon yang lahir di Jepang.

Di Piala Dunia 1966, Korea Utara mainkan laga mereka di kandang Middlesbrough Ayresome Park, saat team mengakibatkan jengkel, menaklukkan Italia 1-0 untuk memperoleh tempat di perempat final. Disana, mereka kalah 5-3 dari Portugal, walau pimpin 3-0 sesudah tiga puluh menit. Team Korea Utara ialah team pertama di luar Eropa atau Amerika yang maju melebihi putaran pertama final Piala Dunia. [7] Dalam satu film dokumenter tahun 1999 yang tampilkan interviu dengan anggota team yang masih tetap hidup, [8] mereka memvisualisasikan diri mereka sudah diterima untuk pahlawan nasional.

Pada Maret 2005, team Korea Utara bermain Iran di Pyongyang saat fans Korea Utara jadi geram saat wasit tidak berhasil memberi sepakan penalti pada Korea Utara sesudah kejadian polemis mendekati akhir laga. Tuntut penalti, pemain sepak bola Korea Utara menekan wasit Suriah Mohamed Kousa, yang sebaliknya memberi kartu merah pada pemain Korea Utara. Botol, batu, serta bangku dibuangkan ke lapangan sesudah atraksi. Sesudah laga usai, fans Korea Utara menampik untuk biarkan team Iran tinggalkan stadion dengan bis team mereka. Kekerasan itu benar-benar kronis hingga polisi anti huru hara memaksakan kembali lagi keramaian. [10] Sesudah kejadian ini, Korea Utara kehilangan haknya menjadi tuan-rumah laga kandang selanjutnya dengan Jepang serta laga itu dimainkan dengan cara tertutup di Bangkok, Thailand.

Team sepak bola Korea Utara maju ke Piala Dunia FIFA 2010 sesudah mengakhiri tempat kedua di Group B kwalifikasi Asia. [12] Tempat finising mereka tidak ditetapkan sampai hari laga paling akhir group, dimana mereka tidak perlu hindari kekalahan dalam laga menantang Arab Saudi, dan juga memercayakan Iran kalah dari Korea Selatan. Sesudah Korea cetak jumlah point yang sama juga dengan Arab Saudi, Korea Utara berhasil lolos lewat beda gol. [13] [14] Dengan rangking paling akhir pra-turnamen FIFA ke-105 di dunia, Korea Utara ialah team dengan rangking paling rendah yang maju ke Piala Dunia semenjak rangking itu diawali di tahun 1993.

2010 ialah performa pertama Korea Utara di Piala Dunia semenjak 1966. [15] Hasil seimbang tempatkan Korea Utara di Group G. Mereka mainkan laga pertama mereka menantang juara 5 kali Brasil pada 15 Juni. Walau usaha paling baik mereka, mereka masih kalah serta kalah 1-2. Dalam laga selanjutnya menantang Portugal pada 21 Juni, mereka ditaklukkan 0–7. Walau diawali secara baik (seperti menantang Brasil), pendekatan protektif serta terorganisasi secara baik terurai sesudah Portugal cetak gol pada mereka. Korea kehilangan laga paling akhir mereka menantang Pantai Gading 0–3 pada 25 Juni. Sesudah kehilangan semua tiga laga group, mereka tersisih, finis dibagian bawah Group G. Disampaikan jika kecil kemungkinan fans sepak bola Korea Utara sebetulnya ialah beberapa orang Cina yang beli ticket yang ditujukan buat petinggi pemerintah Korea Utara. [16] Korea Utara selanjutnya menyanggah laporan itu, serta sebaliknya mengakui jika orang Cina banyaknya sedikit, serta jika pemerintahan meluluskan perjalanan mereka. Ada pula laporan jika pemerintah Korea Utara memberi hukuman pelatih serta pemain sebab kalah dalam laga dengan kirim mereka dengan usaha keras di tambang. Tetapi, beberapa penyelidik FIFA tidak bisa mengkonfirmasikan hal tersebut.

Popular posts from this blog

Tim Nasional Uzbekistan

Tim Nasional Yaman