Tim Nasional Mongolia
Team sepak bola nasional Mongolia (Mongolia: Монголын хөлбөмбөгийн үндэсний шигшээ баг Mongolyn khölbömbögiin ündesnii shigshee bag) sebagai wakil Mongolia dalam sepak bola internasional serta dikontrol oleh Asosiasi Sepakbola Mongolia.
Dibangun di tahun 1959 perkumpulan itu tidak aktif di antara tahun 1960 serta 1998 saat team tidak tampil dalam laga internasional. Asosiasi Sepakbola Mongolia ialah anggota Konfederasi Sepak Bola Asia serta Asosiasi Sepak Bola Asia Timur.
Menurut hasil pengambilan suara di Kongres AFC yang diselenggarakan pada Januari 2011, Asosiasi Sepakbola Mongolia dibatalkan untuk lakukan pekerjaan apa saja di EAFF sampai Kongres Biasa EAFF Maret 2014. [5] Mereka diterima kembali pada asosiasi pada The 7th Ordinary Congress serta Tatap muka Komite Eksekutif ke-41 & 42.
Mongolia cuma mainkan pertandingan-pertandingan internasional dalam sejarahnya. Semasa kwalifikasi untuk Piala Dunia 2002, timnas berperan serta untuk kali pertamanya dalam babak kwalifikasi. Sesudah kalah dalam lima laga pertama kalinya, Mongolia usai dengan hasil seimbang 2-2 menantang Bangladesh. Ia usai paling akhir di groupnya, dimenangi oleh Arab Saudi.
Di antara tahun 1960 serta 1998, team Mongolia tidak mainkan laga internasional.
Mongolia menanggung derita kekalahan paling besar pada 1998 saat kalah 0-15 dari Uzbekistan. Set penyisihan pertama kwalifikasi Piala Dunia FIFA 2006 membuat Mongolia tersisih oleh Maladewa 1-0 serta 12-0.
Mongolia sukses untuk kali pertamanya dalam sejarahnya dalam melalui tingkat set pertama kwalifikasi untuk Piala Dunia di kesempatan kwalifikasi Piala Dunia 2022, dengan tinggalkan Brunei (3-2 dalam score kumulatif; kemenangan 2-0 home away, loss 1-2 away away) 3. Seleksi, diletakkan di group F semasa putaran kedua dengan Burma, Tajikistan, Kirgistan, serta Jepang; Selanjutnya tanda-tangani keberhasilan bersejarah baru dengan menaklukkan Burma di dalam rumah untuk masuk dalam putaran (1-0), yang disebut yang pertama di set group4. Tetapi Mongol ditaklukkan dalam 4 laga berikut serta untuk sesaat capai tempat paling akhir di group F dengan 3 point tiga hari sebelum akhir playoff.
Riwayat Awal (1911-1993)
Sepak bola di Mongolia ada pada saat pemerintahan Bogdan Khan (1911-1921), tapi negara itu telah membuat laga pertama yang dilakukan konfirmasi di bawah Republik Rakyat Mongolia. Itu ialah laga dengan Kekaisaran Jepang di Manchuria, serta itu berlangsung pada 10 Agustus 1942. Mongolia ditaklukkan dengan score 12-0. [2] Ada pula info jika pada tanggal 9 Agustus, Mongolia ditaklukkan oleh Jepang 30: 0. [3] Meski begitu, laga ini umumnya tidak dipandang yang pertama, sebab dengan cara sah team permanen Mongolia baru tercipta di tahun 1959.
Laga sah pertama team Mongolia berjalan di Vietnam Utara pada 3 Oktober 1960. Didalamnya, team Mongolia kalah dari Vietnam dengan score 3: 1. [4] Mongolia memenangi kemenangan pertama cuma di tahun 1993, dalam laga pertemanan dengan Makau (4: 3). [5]
Situasi sekarang ini (1993—2015)
Di akhir 90-an serta awal era ke-21, team Mongolia alami kritis. Rangking FIFA-nya sekitar seputar 199, serta pada 1998 negara itu menanggung derita kekalahan paling besar dalam riwayat - 15: 0 dalam laga dengan Uzbekistan. [6] Di tahun 2001, team hentikan rangkaian kekalahan seimbang dengan Bangladesh (2: 2), diraih karena gol Boldyn Buman-Uchral di menit ke-4 pada set ke-2 [7]. Serta telah di tahun 2003, dia ambil sisi dalam Kejuaraan Sepak Bola Asia Timur, ambil tempat ke-7. Pada 25 April 2003, Mongolia menaklukkan Guam 5-0. [8]
Pada 2008, team pada akhirnya mulai bangun dari lututnya, serta sesudah memperoleh beberapa kemenangan pada 2011, dia capai rekor rangking FIFA 160. Di tahun yang sama, Presiden FIFA Sepp Blatter berkunjung ke Mongolia serta menulis perkembangan beberapa pemain Mongolia. Walau ada kenaikan sepakbola di negara ini, di tahun 2013 team tidak masuk dalam putaran ke-2 Kejuaraan Asia Timur. Pada 2014, seorang asing untuk kali pertamanya jadi pelatih team - Vojislav Bralusic Serbia.